Mandhom Sesungguhnya aku tak butuh dunia, jika ternyata aku mampu melihat keindahan-Nya dari mata seorang hamba yang kelak bersujud satu sajadah di belakangku.

Proses Pembuatan Teh

4 min read

proses pembuatan teh

Tahukah kamu? Bahwa sebuah proses pembuatan teh mulai dari pemetikan sampai penyeduhan, itu cukup memakan waktu yang lama.

Bahkan dalam setiap proses pembuatan yang dilakukan oleh petani bisa menghasilkan cita rasa yang berbeda, bagaimana caranya? Hanya melakukan perbedaan dalam setiap prosesnya.

Simple bukan?

Nah, dalam artikel kali ini akan membahas mengenai proses pembuatan  teh secara umum dan jenis teh yang terpopuler di dunia, termasuk di Indonesia.

Proses Pembuatan Teh Secara Umum

Dalam proses pembuatan daun teh, ternyata membutuhkan beberapa tahan. Apa saja tahapan tersebut? Yaitu pemetikan sampai dengan pemeliharaan.

Proses pengolahan teh sampai siap saji, hampir sama dengan proses pada teh umumnya. Tapi, setiap jenis teh memiliki bentuk, rasa dan aroma yang berbeda.

Lalu apa saja tahapan proses pembuatan teh? Simak di bawah ini.

Proses Pemetikan

proses pemetikan
agroindustri.id

Proses pertama yaitu pemetikan, dalam proses ini para petani tidak asal-asalan dalam hal memetik daun teh. Ada cara dan teknik khusus untuk memetik daun teh ini.

Ada dua daun yang berada paling pucuk tanaman dan satu buah kuntum yang harus dipetik untuk proses ini. Daun teh bisa dipetik dengan cara manual atau tenaga otot tangan dan bisa juga dengan bantuan mesin.

Jika kualitas daun teh yang dipetik menjadi prioritas utama, maka proses pemetikan biasanya menggunakan otot manusia.

Tapi, jika melakukan pemetikan dengan mesin, maka ada resiko yang harus dihadapi. Apa resiko tersebut? Yaitu daun teh akan rusak dan terbuang, sehingga proses ini jarang dilakukan.

Proses Pelayuan

proses pelayuan
afastar.wordpress.com

Selanjutnya adalah proses pelayuan, dimana daun yang sudah dipetik akan dijemur di tempat yang memiliki sirkulasi udara bagus.

Proses ini dilakukan dengan tujuan, agar mengurangi kadar air pada daun teh, sampai membuat berat daun teh berkurang hingga ¼ bagian.

Selain itu, proses ini dilakukan untuk mencegah terjadinya oksidasi.

Proses Pememaran

Untuk mempercepat oksidasi, maka tahap selanjutnya yaitu daun teh dimemerkan dengan sedikit menumbuknya di dalam keranjang atau bisa juga dengan mamuatnya dengan roda berat.

Selain itu, proses ini dilakukan agar bisa menghasilkan dan meningkatkan cita rasa pada teh.

Oksidasi

proses pembuatan teh - oksidasi
tehpucukharum.com

Daun teh yang sudah melalui proses yang di atas, maka selanjutnya daun teh akan dimasukkan ke dalam ruangan dengan suhu yang sudah ditentukan, agar bisa mengalami proses oksidasi.

Dalam proses ini, para pembuat teh sering menyebutnya dengan fermentasi, mengapa demikian? Karena daun teh yang mengalami proses ini akan berubah warna dan semakin layu.

Inilah yang menjadikan jenis teh satu berbeda dengan yang lain.

Misalnya pada teh hitam proses oksidasinya sampai 100%, sedangkan teh oolong proses oksidasinya sampai 40% saja.

Pengeringan

proses pembuatan teh - pengeringan
pixabay.com

Tahap selanjutnya adalah pengeringan, dalam proses ini bisa dilakukan dengan berbagai cara.

Adapun cara yang biasanya dilakukan yaitu dengan menjemur, menggongseng atau bisa juga dengan memanggang daun teh.

Tapi, proses yang sering dilakukan atau yang paling umum adalah dengan proses pemanggangan. Perlu diperhatikan saat proses ini, agar pucuk daun teh tidak terlalu kering atau menjadi hangus.

Pembentukan & Pemeliharaan

pembentukan & pemeliharaan
palu.tribunnews.com

Daun teh yang sudah mengalami proses pengeringan, selanjutnya dimasukkan ke dalam tas yang besar, agar bisa mengeluarkan rasa teh yang nikmat.

Tas tersebut yang sudah diisi dengan daun teh, kemudian ditekan-tekan, supaya saripati yang ada di dalam daun bisa keluar dengan baik.

Tahap akhir yaitu pemeliharaan, dimana tahap ini berlaku hanya untuk beberapa jenis teh pilihan yang memerlukan penyimpanan ekstra, fermentasi kedua atau bisa disebut dengan pemanggangan untuk bisa menghasilkan rasa teh yang diinginkan.

Dalam proses ini cukup membuang waktu lama dan terdiri dari beberapa tahap yang sulit. Perlu diketahui, bahwa prose ini untuk memastikan kualitas teh merupakan kualitas yang bagus.

Proses Pembuatan Teh Jenis Teh Indonesia

Jika tadi sudah dijelaskan proses pembuatan teh secara umum, selanjutnya ada proses pembuatan jenis teh yang ada di Indonesia.

Teh Hijau

proses pembuatan teh - teh hijau
lifestyle.kompas.com

Teh hijau atau disebut juga dengan green tea, teh ini didapat dengan tidak adanya proses oksidasi enzimatis atau fermentasi.

Lalu bagaimana teh ini bisa terbuat? Dengan cara menonaktifkan enzim fenolase yang ada dalam pucuk daun teh untuk dipanaskan, maka teh ini bisa terbuat. Sehingga, oksidasi terhadap zat antioksidan atau katekin bisa dicegah.

Ada 2 cara yang bisa dilakukan dalam pemanasan ini, yaitu dengan udara kering atau pemanggangan. Pemanasan basah dengan pemberian uap panas adalah cara yang kedua.

Dalam proses pemanggangan, daun teh akan mengeluarkan rasa dan aroma yang lebih kuat daripada proses pemberian uap panas.

Tapi, ada keuntungan sendiri jika melakukan pemanasan dengan pemberian uap panas, yaitu warna teh yang sudah diseduh akan lebih hijau terang.

Teh Hitam

teh hitam
lifestyle.kompas.com

Dibanding dengan teh hijau, teh hitam ini justru lebih banyak mengalami proses fermentasi, sehingga bisa dikatakan pengolahan teh hitam dilakukan dengan fermentasi penuh.

Dalam proses fermentasi, teh hitam tidak menggunakan mikroba sebagai sumber enzim, tapi dilakukan oleh enzim fenolase yang ada di daun teh.

Pada proses tersebut, hampir semua katekin dioksidasi menjadi teaflavin dan tearubigin, apa itu? Merupakan senyawa antioksidan yang tidak sekuat katekin.

Teh hitam ini termasuk jenis teh yang paling banyak diproduksi di Indonesia, mengapa demikian? Karena Indonesia menempati posisi kelima terbesar dunia dengan pengekspor teh hitamnya.

Adapun tahapannya adalah daun teh diletakkan di rak dan dibiarkan layu selama kurang lebih 14 sampai 24 hari. Lalu untuk melepaskan enzim alami dan mempersiapkan daun untuk proses oksidasi, maka daun teh digulung dan dipelintir.

Setelah proses tersebut, daun teh sudah siap untuk melalui proses oksidasi. Daun teh akan diletakkan di tempat yang lembab atau dingin, kemudian akan berlangsung proses fermentasi dengan bantuan enzim dan oksigen.

Proses tersebut akan memberikan rasa dan warna pada teh hitam, dan menentukan kualitas hasil akhir.

Teh Oolong

teh oolong
liputan6.com

Selanjutnya ada jenis teh oolong, dibuat dengan bahan baku khusus dan varietas tertentu, dan prosesnya dilakukan dengan semi fermentasi.

Daerah Jawa, Bengkulu dan Banten adalah tempat yang banyak memproduksi teh oolong ini.

Oolong merupakan bahasa China yang mempunyai arti naga hitam, mengapa diartikan seperti itu? Karena daun dari teh ini hampir sama dengan naga hitam kecil yang baru terbangun dari tidur.

Memang jenis teh oolong ini belum populer, namun kebanyakan daun teh oolong ini dihasilkan dari perkebunan teh Taiwan dan China.

Adapun cara pengolahan dari teh ini adalah membiarkan daun di bawah terik matahari sampai layu selama beberapa jam, tapi kurang dari satu jam.

Saat daun sudah terpapar udara, maka warna akan berubah menjadi gelap. Setelah itu, untuk mengeluarkan tetes kecil air dari sabun, daun perlu untuk diaduk dan siap untuk memulai proses oksidasi.

Dalam proses oksidasi membutuhkan waktu yang lama, dan itu semua tergantung jenis oolong yang diproses.

Beberapa jenis oolong hanya 10% yang teroksidasi, sedangkan yang lain bisa mencapai 50% yang teroksidasi.

Kemudian daun teh dipanaskan agar bisa kering dan untuk menghentikan proses oksidasi.

Teh Putih

teh putih
stagging.mbigroup.co.id

Terakhir yaitu ada teh putih, merupakan jenis teh yang proses pengeringan dan penguapannya dilakukan secara singkat.

Perlu diketahui, bahwa teh putih ini merupakan daun teh pilihan yang dipetik sebelum benar-benar mekar.

Selain itu, teh putih ini terkenal sebagai dewanya teh, mengapa demikian? Karena diambil dari pucuk daun teh terbaik dari setiap pohonnya. Bahkan saa dipetik, pucuk daun masih tertutup seperti rambut putih yang halus.

Daun teh yang sudah dipetik, selanjutnya dikeringkan dengan cara dibiarkan kering oleh udara air atau dengan cara penguapan.

Pada pucuk daun yang muda ini tidak dioksidasi, melainkan pucuk tersebut dihindarkan dari sinar matahari agar mencegah pembentukan klorofil.

Oleh karena itu, produksi hasil teh putih ini memiliki jumlah yang lebih sedikit dibanding teh lain, dan ini mengakibatkan harga dari teh putih ini lebih mahal daripada jenis teh lain.

Tapi di Indonesia saat ini sudah memproduksi teh putih di berbagai daerah, yaitu di Garut, Wonosari dan Ciweday.

Adapun kandungan yang terdapat dari teh putih ini sangat tinggi. Hal ini dikarenakan proses yang dialami lebih singkat dari jenis teh yang lain.

Penutup

Dari pembahasan tersebut bisa disimpulkan, bahwa perbedaan antara teh hijau, teh hitam, teh oolong dan teh putih ini terletak pada jenis daun yang dipetik, varietas dan juga proses pengolahannya.

Maka dari itu, aroma dan rasa disetiap teh bisa menjadi berbeda-beda saat diseduh dan dinikmati.

Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan lebih dalam mengenai teh. Jangan lupa untuk like untuk bisa mengetahui artikel terbaru dari blog ini.

Boleh copy paste, asalkan cantumkan sumber.

Terima kasih, salam berbagi untuk saling melengkapi.

Mandhom Sesungguhnya aku tak butuh dunia, jika ternyata aku mampu melihat keindahan-Nya dari mata seorang hamba yang kelak bersujud satu sajadah di belakangku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: