Mandhom Sesungguhnya aku tak butuh dunia, jika ternyata aku mampu melihat keindahan-Nya dari mata seorang hamba yang kelak bersujud satu sajadah di belakangku.

10 Jenis Investasi Mulai dari Millenials hingga Baby Boomer

Investasi adalah kegiatan menanamkan modal pada sebuah instrumen dalam jangka waktu tertentu untuk mendapatkan pertambahan keuntungan. Saat ini, ada banyak jenis investasi yang dapat Anda pilih dan sesuaikan dengan tujuan yang ingin Anda capai.

Dalam memilih jenis investasi, ada beberapa hal yang dapat Anda pertimbangkan:

  • Tujuan berinvestasi
  • Durasi waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan investasi
  • Kemampuan mengalokasikan dana untuk berinvestasi
  • Besaran risiko pada produk investasi

Mengetahui berbagai pertimbangan tersebut penting agar Anda dapat memperoleh keuntungan atau return of investment (ROI) memuaskan sesuai harapan Anda. Umumnya, jenis investasi dapat dibagi ke dalam tiga kelompok, yaitu jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang.

Bila Anda sudah siap untuk berinvestasi, mari cari tahu pilihan jenis investasi yang populer sekaligus menjanjikan bagi kelompok milenial hingga baby boomers.

Jenis-jenis Investasi Jangka Pendek (di bawah 5 tahun)

1. Reksadana Pasar Uang

Dalam reksadana pasar uang, instrumen investasinya adalah produk-produk keuangan, seperti deposito dan obligasi.

Keuntungan:

  • Modal yang diperlukan sangat terjangkau mulai dari Rp100.000.
  • Besaran bunga yang ditawarkan lebih tinggi daripada angka inflasi.
  • Bersifat liquid atau dapat dicairkan kapan saja karena tidak ada masa jatuh tempo.
  • Anda tidak perlu memantau sendiri perkembangan aset karena ada manajer investasi yang tugasnya membantu Anda dalam alokasi investasi.
  • Tingkat risikonya cenderung rendah.
  • Bebas pajak.

Kekurangan:

  • ROI-nya tidak sebesar jenis investasi lain.

2. P2P Lending

Dikutip dari situs Bisnis, peer-to-peer (P2P) lending menghubungkan pengembang dana (pemberi dana/lender) dengan peminjam (borrower). P2P lending menjadi salah satu jenis investasi yang banyak diminati oleh kelompok milenial pada era digital.

Keuntungan:

  • Return yang diperoleh bisa mencapai 21% per tahun.
  • Modal yang diperlukan sangat terjangkau, mulai dari Rp100.000.
  • Transaksi sangat praktis karena dapat dilakukan secara online.
  • Sebagai lender, Anda dapat memilih pihak yang ingin Anda berikan pinjaman.

Kekurangan:

  • Tidak bersifat
  • Terdapat risiko gagal bayar (default).
  • Terdapat risiko waktu tunggu karena menggunakan mekanisme

Jenis-jenis Investasi Jangka Menengah (1–5 tahun)

1. Obligasi Negara Ritel (ORI)

ORI merupakan salah satu instrumen Surat Berharga Negara (SBN) yang ditawarkan kepada individu warga negara Indonesia melalui mitra distribusi di pasar perdana. ORI Pemerintah RI terbagi dalam empat jenis, yaitu Sukuk Ritel, Obligasi Negara Ritel (ORI), Sukuk Tabungan, dan Saving Bond Ritel (SBR).

Keuntungan:

  • Relatif aman karena dijamin negara.
  • Bunga yang ditawarkan di atas inflasi dan deposito.
  • Anda akan memperoleh bunga dalam bentuk kupon setiap bulan.
  • ORI dapat dijadikan sebagai agunan dan dapat dijual setiap saat apabila Anda membutuhkan dana.
  • ORI bisa diperjualbelikan di pasar sekunder, seperti di Bursa Efek Indonesia.

Kekurangan:

  • Terdapat risiko kerugian apabila terjadi penurunan harga ORI di pasar sekunder.

2. Reksadana Pendapatan Tetap

Sering juga disebut reksadana obligasi karena menempatkan minimal 80% dana investasinya pada obligasi. Obligasi adalah surat berharga berbasis utang yang memberikan pendapatan tetap secara berkala dalam bentuk pembayaran kupon. Kupon inilah yang bisa dicairkan oleh investor sebagai return.

Keuntungan:

  • Besaran pajaknya lebih kecil dibandingkan investasi langsung obligasi atau deposito.
  • Bersifat liquid.

Kekurangan:

  • Terdapat risiko penurunan nilai unit penyertaan karena dipengaruhi turunnya harga surat utang.
  • Terdapat risiko likuiditas, misalnya manajer investasi kesulitan menyediakan uang tunai bila investor beramai-ramai menarik reksa dana mereka.
  • Terdapat risiko wanprestasi, yaitu risiko yang muncul ketika perusahaan asuransi yang mengasuransikan kekayaan reksa dana tidak segera membayar ganti rugi atau membayar lebih rendah dari nilai pertanggungan saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan yang dapat menyebabkan penurunan nilai aktiva bersih (NAB).
  • Dana investor tidak dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) karena bukan produk perbankan.

3. Reksadana Campuran

Reksadana jenis ini menaruh investasinya pada beberapa efek sekaligus, yaitu saham, surat utang, dan pasar uang.

Keuntungan:

  • Return yang ditawarkan lebih besar daripada reksa dana pendapatan tetap.
  • Investasi sudah terdiversifikasi.
  • Tingkat risikonya relatif lebih rendah dibandingkan reksadana saham.

Kekurangan:

  • Karena terdapat komposisi sahamnya, NAB reksa dana saham pun mengikuti pasar saham alias fluktuatif.
  • Berbeda dengan investasi obligasi, reksadana campuran tidak dijamin negara.

4. Deposito Berjangka

Jenis investasi ini mirip menabung. Perbedaannya, uang yang Anda taruh di deposito hanya bisa diambil dalam jangka waktu tertentu yang sudah ditentukan di awal. Waktu simpan deposito beragam, mulai dari 3-24 bulan.

Keuntungan:

  • Dijamin Lembaga Pinjam Simpan (LPS) sehingga dana Anda tidak akan hilang.
  • Bunga yang ditawarkan lebih tinggi daripada bunga tabungan.

Kekurangan:

  • Return yang diperoleh cukup rendah dibandingkan instrumen investasi lain; kadang hanya mampu menutup inflasi.
  • Sebagai investor, Anda tidak dilibatkan dalam pengelolaan dana investasi.

Jenis-jenis Investasi Jangka Panjang (di atas 5 tahun)

1. Emas

Jenis investasi ini termasuk konvensional karena Anda hanya perlu membeli logam emas kemudian menyimpannya. Anda dapat membeli emas murni di kantor Antam ataupun agen investasi emas terpercaya. Emas murni yang tersedia memiliki berat yang beragam, mulai dari 1-100 gram.

Keuntungan:

  • Bersifat
  • Bebas pajak.

Kekurangan:

  • Terdapat risiko hilang tinggi (bila penyimpanannya tidak terlalu aman).
  • Harga cenderung melambat saat ekonomi stabil.

2. Properti

Ada dua cara memperoleh keuntungan melalui jenis investasi properti. Pertama, Anda menunggu sampai harganya naik, lalu menjualnya. Kedua, Anda dapat menyewakan properti yang Anda miliki guna memperoleh passive income.

Investasi ini banyak dipilih baby boomers yang sudah memiliki pendapatan tetap selama bertahun-tahun sehingga memiliki modal cukup untuk membeli properti.

Keuntungan:

  • Harga properti cenderung meningkat dari tahun ke tahun sehingga berpotensi memberikan keuntungan dalam jangka panjang. Keuntungannya bisa mencapai lebih dari dua kali lipat.
  • Tingkat risiko tergolong kecil karena pergerakannya cukup stabil dibandingkan emas.

Kekurangan:

  • Tidak bersifat liquid sehingga membutuhkan waktu untuk bisa dicairkan.
  • Membutuhkan modal yang cukup besar.
  • Memerlukan biaya perawatan.

3. Reksadana Saham

Reksadana saham berbeda dengan investasi saham. Dibandingkan jenis reksadana lainnya, reksadana saham memiliki tingkat risiko paling tinggi. Jenis investasi ini cocok untuk tujuan jangka panjang, seperti dana pendidikan atau dana pensiun.

Keuntungan:

  • Tingkat risikonya lebih rendah daripada investasi saham karena pengelolaannya dibantu manajer investasi.
  • Dengan modal yang terjangkau, Anda dapat membeli saham-saham blue chip secara tidak langsung melalui unit penyertaan reksadana.
  • Dikarenakan tujuan investasi ini bersifat jangka panjang, tingkat fluktuasi yang tinggi tidak terlalu mempengaruhi Anda.

Kekurangan:

  • Terdapat biaya tambahan yang harus Anda tanggung, seperti fee untuk membeli, menjual, dan manajemen.
  • Investasi bersifat konservatif, dalam arti ada batasan-batasan yang cukup ketat untuk melindungi investor dari risiko, yang berimbas pada terbatasnya return.

4. Saham

Jenis investasi saham menawarkan return yang tinggi, tetapi diikuti risiko tinggi pula. Namun, tingginya risiko itu dapat ditekan bila Anda memilih investasi ini untuk tujuan jangka panjang.

Keuntungan:

  • Modal yang diperlukan sangat terjangkau, mulai dari Rp100.000.
  • Anda akan memperoleh dividen (laba perusahaan).
  • Anda berpotensi memperoleh capital gain (kenaikan harga saham) bila performa bisnis perusahaan positif.
  • Aman dan transparan karena Anda dapat memantau aktivitas jual-beli saham secara langsung melalui bursa efek.

Kekurangan:

  • Memiliki risiko tinggi karena keuntungan naik-turun tergantung kondisi pasar.
  • Tidak mendapat dividen bila bisnis perusahaan merugi.
  • Terdapat risiko capital loss (penurunan harga jual) bila performa bisnis perusahaan negatif.

Salah satu cara berinvestasi dengan manfaat lebih adalah melalui asuransi. Saat ini banyak tersedia produk asuransi yang menawarkan perlindungan sekaligus manfaat investasi untuk memenuhi berbagai rencana dalam setiap tahap kehidupan Anda.

Mega Investa Link adalah produk asuransi jiwa yang merupakan solusi investasi di PFI Mega Life yang memberikan perlindungan asuransi jiwa sekaligus kesempatan berinvestasi dengan hanya membayar premi sebanyak satu kali. Produk ini tersedia dalam mata uang dolar AS.

Mega Investa Link memberikan perlindungan asuransi hingga pemilik polis berusia 100 tahun. Pemilik polis juga memiliki peluang untuk berinvestasi pada berbagai jenis investasi (fund) sesuai profil risiko. Sesuai syarat dan ketentuan di polis, pemilik polis dapat melakukan penambahan premi investasi (top up) kapan saja, penarikan dana (withdrawal) setiap saat sesuai kebutuhan, dan pengalihan dana investasi (switching) sewaktu-waktu.

Mandhom Sesungguhnya aku tak butuh dunia, jika ternyata aku mampu melihat keindahan-Nya dari mata seorang hamba yang kelak bersujud satu sajadah di belakangku.

Teknik Mengoper Bola

Mandhom
2 min read

Peran Venture Capital

Mandhom
2 min read
%d blogger menyukai ini: